Kamis, 16 April 2015

INI RAHASIA KITA

Tring,,, terdengar bunyi ponselku yang menandakan sebuah pemberitahuan masuk di akun facebookku. Seorang teman menandaiku dan beberapa kenalannya dalam sebuah status yang sepertinya tidak begitu penting.
Juna ithue Arjun
Rehat siang, makan hanya ditemani secangkir es choco latte. Di pojok kantin kampus
Kurang lebih seperti itu status yang dia tulis, benar-benar gak penting kan, tring,, lagi-lagi ada pemberitahuan yang masuk. Seorang dengan akun Haikal Ramadhani mengomentari status Juna.
Hay bung Juna ithu Arjun, kalo loe gak ada kerjaan mending bantuin gue garap tugas dikost daripada bikin stastus gak jelas macam ini -__-
“Setuju sama saran bang Haikal Ramadhani. (*_*).” Tulisku di kolom komentar status itu
 Dan sejak saat itu perbincangan kami berlanjut entah hingga ada ratusan komentar di status yang “gak penting itu”. Dan sepertinya sejak saat itu pula kisah dan cinta ini dimulai. Aku mulai stalking akun dari si Haikal Ramadhani itu, entah apa alasanku melakukan hal itu mungkin hanya penasaran saja (awalnya).
Gak terasa sudah 09 bulan aku stalking akun si Haikal, tapi tentu saja dia tidak mengetahui hal itu. Aku terlalu malu untuk mengatakan bahwa aku mulai jatuh cinta diam-diadengan sosoknya, sejauh yang aku lihat sepertinya dia seorang mahasiswa arsitektur yang kini sudah menduduki semester akhir, terlihat dari statusnya yang tampaknya mulai di bikin pusing oleh pembuatan skripsinya. Wajahnya selalu terlihat menenangkan, senyumnya tampak jauh lebih manis dari kebanyakan lelaki yang aku ketahui yah meski aku hanya melihatnya dari foto-foto yang ada di album facebooknya. Sungguh aku ingin mengenalnya, pernah beberapa kali aku mengirim pesan fia facebook. Tapi, tentu saja aku tak mengatakan bahwa aku menyukai sosoknya.
Irla,, kamu gak boleh sebegitu mengharapkan dia, kamu bahkan gak tau apakah dia disana sudah memiliki sosok yang di cintai. Terkadang ada pemikiran semacam itu di dalam benakku. Bayangkan saja, aku jatuh cinta dengan sosok lelaki yang bahkan tak pernah aku temui sebelumnya dalam hidupku, aku berusaha setia pada sosok lelaki yang bahkan tak pernah memikirkan aku dalam hidupnya.
“Ir,,, kenapa sih lo gak jadian aja sama si Gilang ?”. timpal salah satu temanku dikampus
“Gue lagi males buat ngejalin hubungan Re”. celetukku asal
“Ya ampun, kurang apalagi coba si Gilang. Dia baik kok anaknya, gue yang jamin”.
“Iya gue paham bener kalo dia emang baik, tapi kalo gue nerima dia tanpa landasan cinta yang tulus dari lubuk hati gue yang paling dalam. Hal itu justru bakal bikin dia tambah sakit Re. gue gak mau”.
“Buset dah, perasaan gue cuma nanya doang, jawabnya kan gak perlu pake alay gitu”. Reni menjitak kepalaku.
Bahkan Regina tak pernah aku beritahu tentang sosok lelaki yang aku cintai dengan diam-diam itu. Jadi hanya kau yang tau, dan kuharap kau bisa menjaga rahasia ini. Apalagi dari sosok Haikal.
Yah ,,, aku memang sangat berusaha unuk menjaga cintaku untuk si Haikal, aku merasa bahwa dia adalah bagian dari hatiku yang tidak ingin aku sakiti dengan penghianatan. Ku selalu bertingkah seakan aku adalah sosok gadis yang dia cintai, aku selalu ingin tahu tentang keadaan dan kabarnya setiap saat.
Pernah suatu ketika dia menuliskan sebuah status
Aku sebal dengan kamu, sebal karena aku sayang kamu
Sebal sama kamu, karena aku takut kehilangan kamu. Dan sebal karena kamu jauh disana dan aku tak bisa tau hal apa yang kau lakukan.
Aku menangis, aku cemburu, aku tidak terima dengan hal ini. Adakah seorang gadis yang kini di cintainya ?? siapa gadis beruntung itu ? kenapa bukan aku yang dia sayang ? tak sadarkah dia bahwa selama ini aku mencintainya meski dalam diam dan bisuku. Aku patah hati, patah hati pada sosok pria yang tak pernah aku kenal sebelumnya. Mungkin wajar jika sepasang kekasih yang memang sudah saling mencintai dan mengikat janji untuk saling bersama sehidup semati akan merasa cemburu satu sama lain. Tapi cintaku justru tak pernah diketahui oleh Haikal, tidak seharusnya aku cemburu ketika dia mencintai gadis lain. Sejak saat itu aku berpikir untuk tidak lagi menyukai Haikal, tapi percuma. Setiap kali aku berusaha untuk tidak melihat foto-fotonya yang hingga kini masih tersimpan rapi dalam gadget ku. Aku rindu, bahkan hatiku selalu terusik untuk melihat apalagi hal yang dia lakukan di Bandung sana, dan akhirnya akupun kalah dengan hatiku sendiri.
Jika sepasang kekasih yang terpisah diantara waktu dan ruang, pasti mereka akan merasa sangat merindukan sosok kekasih yang mereka dambakan. Tapi hal itu juga terjadi kepadaku, aku merindukan sosoknya jika sehari saja aku tak menatap fotonya (jadi jangan heran jika di gadget akan banyak kau temui fotonya). Hingga suatu ketika dia menuliskan sebuah status yang membuatku khawatir dengannya, membuat perasaanku berkecamuk dan ingin berada disisinya. Berada di dekatnya untuk memberinya pelukan dan semangat
Kanker ?? pernahkah kalian membayangkan penyakit yang hingga saat ini menjadi momok itu hinggap di tubuh kalin ?? Tidak!! Begitupun denganku, tak pernah terlitas dipikiranku, namun hari ini kanker ini sudah resmi memiliki sarang di tubuhku L . Kuatkan hati dan tubuh ini Tuhan,,,,
Kanker !! kenapa harus Haikal?? Tak bisakah aku menemaninya saat ini ? aku menangis membayangkan hal yang mengerikan itu. Aku berusaha bangun dari kabar buruk ini, tapi sayang ini bukanlah mimpi. Aku takut kehilangan sosoknya, aku takut tak bisa lagi melihat statusnya di akun facebook untuk meredamkan rindu yang sebenarnya tak pantas ku milik.
Enam bulan sudah penyakit itu bersarang ditubuhnya, dia semakin sering mem-posting foto-foto tangannya yang kini mulai sering ditusuk oleh jarum-jarum infus. Mulai banyak postingannya yang membuat aku sedih, status yang justru membuatku merasa sangat ingin berada disisinya. Apa kau tau seperti apa rasanya ke khawatiran yang saat ini aku rasakan ? khawatir pada sosok lelaki yang bahkan belum pernah aku temui sebelumnya. Hey,,, kau boleh saja menertawakan kebodohanku ini. Tapi jangan kau lantangkan suara itu. Karena suara itu membuatku sedih dan hatiku semakin miris.
Dia tampak lebih kurus dari sebelumnya, dia mulai banyak menceritakan sakit yang dia rasakan ketika jarum suntik dan para dokter itu bersekongkol untuk menyakitinya. Tapi tetap saja, senyum indahnya tidak pernah lepas dari wajah tampannya.
“Irla, lu kenapa sih. Akhir-akhir ini lu keseringan ngelamun?.” Tanya Regina ketika melihat mataku yang sembab setelah saling berbalas pesan via facebook dengan Haikal
“Kekasih gue sekarat Re .”
“Apa ?? lu punya kekasih ?? siapa?? Kenapa lu gak pernah cerita sama gue?.” Cerocosnya tanpa jeda.
“Ya, kekasih yang gak pernah gue liat langsung wajahnya, lelaki yang bahkan belum pernah aku berani mengucapkan I LOVE YOU.”
“Come on Ir, lu gak usah kebanyakan nga…
Regina belum selesai berbicara ketika akhirnya aku mulai menangis dan sedikit terdengar suara sesenggukan. Dan akhirnya aku mulai bercerita tentang sosok Haikal pada Regina, tentang cinta yang bahkan belum pernah aku sampaikan kepadanya dan sepertinya tidak akan pernah bisa tersampaikan, tentang kesetiaan yang aku jaga untuk cinta yang teramat semu.
“Irla, lu sadar kan dengan apa yang lu lakuin saat ini?.”
Aku tak menjawab, hanya terdengar sesenggukan sebagai jawaban dari pertanyaan Regina.
“Lu bahkan gak tau seperti apa sosok asli dari lelaki itu, dan lu berani nolak Gilang hanya demi menjaga kesetian lu pada lelaki itu ? itu gila Irla.”
“….”
Regina habis-habisan menasehatiku, dia khawatir tentang perasaanku yang justru akan terluka karena ulahku sendiri, itu katanya. Tapi aku bisa apa, sejak dua tahun aku menjadi kekasih semu Haikal (ya meski hanya aku yang merasakan cinta padanya) aku merasa senang, walau terkadang aku memang harus menyimpan cemburu yang tak wajar kepada gadisnya.
13 juni 2014 tahun kedua aku setia menjaga cinta yang tak wajar ini pada Haikal.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, turut berduka atas kepergianmu sahabat. Kami ikhlas menerimanya, kami harap kau tenang disana
Haikal,,, kami harap kau tenang disana.
Terlalu banyak kenangan denganmu kawan, pergilah dengan tenang. Kami akan selalu mengingatmu.
Masih ada ratusan ucapan bela sungkawa yang dituliskan oleh kawann-kawan Haikal, Kekasihku benar-benar pergi sekarang, pergi sebelum dia tau bahwa ada sebongkah hati yang mencintainya dengan diam, pergi sebelum aku sempat menyatakan cinta padanya. Haikal, terima kasih karena dengan mengenalmu aku jadi tau seperti apa indah dan sakitnya jatuh cinta diam-diam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar