“Ketika Seseorang Berjanji, Mereka Harus Siap Dengan Segala Resikonya Hingga Yang Terburuk Sekalipun” mungkin ini satu lagi ilmu yang bisa aku ambil dari pengalamanku sendiri. Aku memang terbilang salah satu orang yang begitu gampang mengucapkan sebuah janji tanpa memikirkan terlebih dahula apa dampak dari janji yang aku lontarkan itu. Hingga suatu ketika sebuah janji gila telah aku lontarkan, dan secara spontan janji itu telah merubah hidupku 90% mungkin dari kehidupan normalku. Aku sempat berpikir, mungkin ini karma Tuhan kepada ku yang begitu gampang melontarkan sebuah janji. Namun aku berpikir kembali, ini bukan karma, ini bukan hukuman untukku, melain kan sebuah cara terindah Tuhan untuk mengingatkan ku akan kelalaian yang sempat aku perbuat tempo hari. Akibat janji paling gila yang aku lontarkan itu aku harus benar-benar berjuang untuk kembali memutar poros kehidupanku seperti semula, meski tak sepenuhnya hidupku itu kembali seperti semual karena telah terkikis oleh janji itu. Ah,,, andai saja doraemon itu benar-benar ada aku pasti akan menghampiri dia untuk meminjam alat pemutar waktu, sehingga aku bisa kembali pada waktu dimana aku melontarkan janji gila itu dan aku akan memilih untuk tidak pernah melontarkan janji itu. Dan mulai saat ini aku bertekad dalam hati kecilku <3 bahwa lidah, hati dan pikiran haruslah sejalan seperti ucapan shizuka "aku tidak bisa menjanjikan hal yang tidak ku inginkan". 100814
Tidak ada komentar:
Posting Komentar