Kamis, 04 September 2014

Kisah lain pelabuhan baru

Pelabuhan baru Probolinggo, Mungkin ada beberapa orang-orang tidak asing begitu mendengar tempat ini. Tempat yang terkenal dengan wisata mangrovenya, tempat pelelangan ikan, bau amis dan masih banyak mungkin definisi yang dilontarkan oleh orang-orang yang mendengar nama tempat ini. Setiap orang pasti punya pendapatnya masing-masing mengenai tempat ini, begitu juga aku. Bagiku tempat ini bukanlah hanya tempat wisata semata, ditempat ini aku punya sebuah keluarga. Yah meski tak ada keterikatan darah antara aku dengan mereka, mereka yang telah menganggap aku sebagai salah satu anggota dari keluarga besar mereka. Aku hanya teman baik dari salah satu putri mereka, dan mereka sudah menganggap aku sebagai salah satu keluarga mereka.
Keluarga ini sama dengan keluarga kebanyakan, ada ayah dan ibu yang begitu hangat kepada putra-putri mereka tak terkecuali aku. Ada Merry si anak sulung dari keluarga ini, Rama si anak lelaki satu-satunya dan ada juga Kiki si bungsu yang bisa dibilang sedikit “bandel”. Selain mereka ada juga bibi dan paman, sepupu, dan keponakan dari Merry (teman satu kampusku), mereka juga tidak kalah ramah terhadapku. Keluarga yang bisa dibilang cukup besar ini memang tampak sama jika dilihat oleh mereka yang tidak mengenal mereka sepenuhnya, tapi ada satu hal yang sangat aku kagumi dari keluarga ini. Setiap ba’da isya’ keluarga besar ini selalu menyempatkn waktu mereka untuk berkumpul dirumah bibi Merry selaku saudara tertua. Seperti malam ini, ibu Merry seperti biasa memintaku menginap dirumahnya jika aku sendirian di tempat kostku, dan jadilah malam ini aku menginap dirumah mereka. Seperti biasa, setelah makan malam Merry mengajakku untuk berkumpul dengan keluarganya. Awalnya memang aku merasa sedikit canggung berada ditengah-tengah mereka (secara akukan seorang gadis yang pemalu >,<). Tak banyak yang mereka lakukan “diperkumpulan” ini, sekedar berkumpul membicarakan kegiatan mereka selama satu hari ini, jika ada yang punya tugas kuliah tak jarang mereka membantu mengerjakan tugas itu. Sederhana sekalikan ?? tapi bagiku mereka begitu hebat, mampu menyisihkan waktu mereka untuk berkumpul dengan sanak keluarga yang mungkin untuk saat ini jarang dilakukan oleh keluarga kebanyakan. Untuk Merry, sampaikan salam terima kasihku kepada keluargamu yang sudah mengajarkan begitu banyak makna dari kelurga sebenarnya, dan salam juga untuk keluargamu yang sudah begitu hangat dan ramah menerima aku sebagai salah satu bagian dari mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar