Kamis, 17 April 2014

Sajak Kedua ....

Panas yang begitu membakar, siapaun pasti akan serasa gerah jika masih keukeuh untuk menentang mentari. Sang mentai masih berdidri dengan angkuhnya diatas sana, menunjukkan kebolehannya dengan panas yang begitu membara. Tubuh ini pun seakan enggan untuk menjalankan tugas hariannya. Tapi,,, ada satu hal yang aneh dengan "mereka", yah "mereka",,, sekumpulan kecil gadis remaja. Gadis remaja yang terlihat begitu asyik dan telihat sangat energik. Dalam balutan gaun yang mungkin terlihat menarik bagi mereka dan kawanannya. canda tawa yang renyah, ciri khas dari remaja yang masih belum begitu paham "akan arti kehidupan yang sebenarnya". Namun ,,, ada sedikit pemandangan yang sedikit menganggu ditengah-tengah mereka. Sekumpulan lelaki yang mulai tak terlihat muda lagi, yang sesekali mencemari canda tawa itu dengan tawa, atau lebih tepat disebut "menyeringai" layaknya serigala yang hendak memangsa umpan empuknya. Risih memangbagi siapapun yang melihatnya, tak terkecuali sang mentari yang masih menunjukkan keangkuhannya kepada mereka.Namun apa hendak dikata, inilah duniaku saat ini, tak ada yang perlu diherankan. Tak ada suatu alasan yang memperbolehkan aku atau salah satu dari ribuan makhluk di bumi ini untuk menyalahkan mereka Keadanlah yang mampu membimbing mereka hingga menjadi diri mereka yang saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar