Rabu, 28 Agustus 2019


Karena Allah Sayang Aku

            Berbicara mengenai sakit hati, rindu dan segala perasaan yang mungkin dialami seorang wanita yang masih labil, aku pernah dan bahkan sudah sering mengalami perasaan itu. Namun diantara banyaknya kisah sakit hatiku, ada sebuah kisah yang membuat aku bersyukur karena telah mengalaminya. Perkenalkan namaku Hana, sudah setahun yang lalu aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan “orang spesial” dalam beberapa waktu terakhir ini, setelah berminggu-,minggu aku pikirkan pastinya. Kalian pasti tau, gak semudah membalikkan telapak tangan ini untuk melupakan dia, butuh waktu yang cukup lama, aku mengurung diri, melihat foto-foto kami yang aku simpan dilaptop, dan bahkan aku masih suka stalking akunnya hanya sekedar untuk mengetahui bagaimana kabarnya setelah berpisah denganku. Bahkan kata kedua teman akrabku, selama dua hari non-stop aku ga ada keluar dari kamar kostku, tanpa makan, tanpa mandi dan yang lainnya. Dan untungnya aku malah nggak pernah mengingat pernah sampai segila itu. Aku masih tetap saja mengingat semua hal tentangnya, wajahnya, kekonyolannya, caranya tertawa bahkan caranya mencemburuiku pun masih tetap aku ingat hingga saat ini. Setiap kali aku melewati tempat dimana aku menghabiskan waktu dan canda tawaku bersamanya, kenangan itu kembali merekah dan menyeruak muncul dari dasar memoriku. Aku tidak sadar, ketika aku melewati tempat itu aku sibuk mengingat semua kenangan yang pernah kami buat ditempat ini.

            Kalian tau,,, aku sempat menyesali kejadian di masa lalu. Yang membuat kami justru terpisah seperti saat ini, membuat kami tak pernah saling tegur sapa sedikitpun, membuat kami seakan menjadi sosok-sosok yang asing lagi di masa depan. Ahh,,, sungguh jika saja ada kategori gadis termalang didunia ini pasti aku yang akan mendapatkan gelar itu, itu adalah pemikiranku saat pertama kali berpisah dengan dia. Aku selalu berpikiran untuk kembali merajut kisah dengannya, namun sepertinya bisikan setan kala itu tidak cukup kuat untuk menghasutku dan mengubah keputusanku.

“Kita jadi kan Na berangkat ke air terjun ??”.

“Aku gak berani bawa sepeda sendiri kesana, jalannya terlalu menanjak”. Jawabku kala salah seorang teman bertanya padaku.

“Lagian lo sih pake acara mutusin Dimas segala, jadi repotkan kalo lo jomblo gini”.

“Ya ampun Re, kalo gue gak bisa ikut kalian masih tetep bisa berangkat kesana kan. Status gue yang jomblo bukan alasan kalian untuk gak berangkat kesana”. jawabku dengan senyum simpul.

Mungkin itu salah satu ucapan kawanku atas keputusanku untuk mengakhiri hubungan dengan Dimas. Dan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, kalian tau sendiri bagaimana nasib seorang jomblo sebagai kaum minoritas dinegeri iniJ. Sering sekali teman-temanku menjadikan aku sasaran untuk bully-an mereka. Awalnya aku sedikit marah jika mereka memprotes keputusanku, bukankah ini hidupku, aku yang menjalaninya kenapa juga mereka harus seperti itu. Tapi akhirnya aku sadar, mereka seperti itu karena mereka gak tau apa alasanku melakukan hal itu. Mereka tidak tau bahwa aku melakukan semua itu karena takutnya aku terhadap dosa yang akan terus mengalir jika kami bersama.

 Kadang aku sempat berharap semoga aku dan dia  bisa kembali membaik seperti dulu, tapi akhirnya ada sesuatu yang membuatku tersadar, suatu hal yang membuatku justru merasa bersyukur karena telah memilih keputusan untuk mengakhiri kisah kami berdua. Ternyata setelah berakhir denganku dia menemukan seorang gadis lain untuk menjadi sosok “kekasihnya”. Dan akupun mendengar kabar bahwa dia telah menghamili wanita itu. Aku menangis pada Allah, ternyata ini maksud dari segala takdir yang Dia tuliskan untukku. Dia tak ingin membuatku sengsara, dia justru memilihkan jalan cerita dengan skenario menarik untuk menyelamatkanku. Terima kasih untuk_Mu Ya Robb yang sudah menuliskan skenario ini, terima kasih untuk semua orang yang sudah mendukung atau bahkan memprotes keputusanku, karena dengan adanya kalian aku bisa semakin kuat untuk menentukan keputusan itu. Dan Alhamdulillah hingga saat ini aku merasa bangga menjadi JOMBLO !!!