Selasa, 29 September 2015

Surat Keempat "WE MISS U MOM"

Assalamualaikum bu...
  
    18.25 WIB, ba'da maghrib tadi. Bu ima datang menemui Ninis bu, beliau mengeluhkan pusing beberapa waktu ini dan meminta Ninis untuk memeriksa tekanan darahnya. Selalu seperti itu bu, semenjak Ninis sudah mampu melakukan beberapa tindakan medis ringan pasti orang-orang akan mencari Ninis (alhamdulillah akhirnya putri kecilmu ini bisa sedikit berguna bagi orang sekitar). Oh iya lanjut ke cerita hari ini, Ninis mengajak bu Ima ke kamar untuk rebahan. Beliau langsung merebahkan diri di atas kasur, seraya berkata
"Ah yu (panggilan untuk kakak perempuan dalam bahasa madura), sakeng ghik bedeh ibu en been nik. Nyaman paleng " (Andai ibumu masih ada. Pasti menyenangkan).
   Ninis hanya tersenyum dan juga melihat ke arah poto ibu di kamarku. Entah ada angin apa selama Ninis memeriksa tekanan darah bu Ima, beliau banyak berceria tentang ibu. Kami disini sungguh merindukan ibu, bu Ima bercerita banyak hal termasuk cerita bahwa Ninis memiliki sosok ibu yang sangat penyabar. Bu Ima mengajak Ninis untuk kembali bernostalgia dengan semua kenangan yang beliau ingat tentangmu bu.
   Ketika Ramadhan tiba ibu pasti memiliki masakan andalan. Telur ceplok,mie kuah, dan tahu penyet sambel kecap. Siapa sih diantara cacak, mbak Ita, mbak Pik dan juga Ninis yang akan melupakan masakan ini. Meski jauh dari kata mewah, justru masakan ini yang membuat kami merindukanmu bu. Ninis juga baru tau bahwa hidangan yang ibu sajikan ketika cacak, mbak Ita, mbak Pik dan Ninis ada dirumah jauh berbeda dengan hidangan yang ibu dan bapak makan tatkala kami jauh dari rumah, dan alasan ibu tentang hal itu yang ninis tau dari bu Ima yang membuat Ninis sedih "engkok tak terro tang anak odik mellas lek" (aku tidak ingin anakku hidup susah dik). Ya Allah, berikanlah tempat terindah untuk sosok ibu hamba yang begitu baik disana.
   Satu lagi, kata bu Ima ibu sangat suka menggunakan aksesoris terutama gelang. Pantas saja Ninis selalu melihat ada karet gelang di pergelangan tanganmu Dan itu juga yang menjadi alasan ibu suka memakai dan mengoleksi gelang manik-manik. Dan kata bu Ima beberapa bulan sebelum ibu sakit, ibu sempat membeli beberapa perhiasan dari hasil panen, lumayan bisa untuk investasi  itu jawaban ibu. Ibu,,, maaf bahkan hingga detik terakhirmu di dunia ini Ninis belum sempat memberikan suatu apapun untukmu. Bu,,, saat ini mungkin ibu sudah bahagia melihat cacak, mbak Ita, mbak Pik dan juga Ninis hidup sesuai dengan harapanmu. Kami hidup dengan layak saat ini, dan ini semua sungguh berkat semua usaha dan do'a mu. Teruntuk ibuku Almh.Babul Jannah, kami disini selalu merindukanmu. WE LOVE YOU, WE MISS YOU MOM



3 komentar: