Sabtu, 17 Januari 2015

Surat Pertama

Untuk : Bunda yang kini telah tenang disisi-Nya
Dari: Putri kecilmu
Assalamualaikum bunda, gak terasa ya udah 4 tahun bunda meningalkan Nisa dan keluarga kita yang bahagia. Tau gak bun, meski kini bunda gak lagi berada ditengah-tengah kami tapi kami selalu merasa bahwa bunda masih disini, ya disini bersama ayah, kakak dan Nisa pastinya. Mungkin bunda sekarang sudah melihat Nisa yang sudah tumbuh menjadi seorang remaja. Nisa bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa mrengek, kakak bilang Nisa sudah dewasa dan tumbuh semakin cantik, dan katanya kecantikan Nisa sama seperti bunda. Bener kok bun, Nisa ingin tumbuh secantik dan sebijak bunda suatu saat nanti.
Bunda,,,
Ada banyak hal yang ingin Nisa sampaikan, untuk yang pertama dan yang utama Nisa ingin menyampaikan salam dari keluarga kita yang bahagia, kami sungguh rindu bunda dan segala kehangatan yang bunda bubuhkan dalam hidup kami. Salam dari kak Tita dan kak Fitri, dia rindu sarapan nasi goreng buatan bunda. Terus kak Ishaq rindu teh hangat dan pisang gorng yang selalu bunda buat ketika hujan turun. Sedangkan Nisa, Nisa kangn ingin tertidur dipangkuan bunda.
Bunda,,,
Masih inget gak dulu ketika bunda terkena penyakit Diabetes Militus (waku itu Nisa belum paham dengan istilah itu) selalu ada seorang perawat yang datang kerumah untuk mengganti perban dan membersihkan luka yang menggerogoti kaki kiri bunda. Nisa yang waktu itu masih belum mengerti apapun hanya melihat dari kejauhan. Tapi bunda, sekarang Nisa sudah paham apa itu Diabetes Militus, penyakit yang bersarang ditubuh bunda dan berhasil mengambil bunda untuk pergi meninggalkan Nisa selamanya.
Bunda,,,,
Sejak saat itu Nisa berkinginan untuk menjadi seorang perawat, dan taukah bunda saat ini Nisa sudah menduduki semester ke-3 di sebuah akademi keperawatan bun. Nisa sudah paham apa itu Diabtes Militus, bagaimana cara mencegah , mengobati dan membersihkan lukanya. Kadang ada sedikit sesal yang bersarang dipikiran Nisa, kenapa dulu Nisa gak bisa melakukan hal itu untuk bunda, untuk membuat bunda tetap disini bersama kami. Bunda bangga kan sama Nisa, oh iya bun ada satu hal yang Nisa tanamkan dalam pikiran Nisa. Nisa harus menjadi seorang perawat yang baik, agar gak ada lagi Nisa-Nisa lain yang juga kehilangan bunda mereka seperti yang Nisa alami. Nisa ingin menyelamatkan mereka bun. Ada banyak hal yang Nisa pelajari dari tiadanya bunda, Nisa jadi mengerti apa arti kehilangan, Nisa jadi tau rasanya mengikhlaskan sebuah kehilangan, Nisa juga jadi paham seperti apa rasanya ingin berbagi dan keinginan untuk menyelamatkan orang lain.
Bunda,,,,
Terima kasih karena telah bersedia melahirkan Nisa dan membiarkan Nisa melihat dunia, terima kasih untuk kasih sayang dan kesabaran bunda selama ini, terima kasih untuk menjadi sosok bunda yang begitu mengagumkan untuk Nisa dan kakak-kakak. Bunda baik-baik ya disana, tenang gak usah mengkhawtirkan Nisa disini, kan Nisa sekarang udah dewasa dan bisa menjaga diri pastinya. Oh iya, ada satu hal yang harus selalu bunda ingat, kami disini sayang bunda dan takkan pernah sekalipun kami disni melupakan menitipkan untaian do’a terbaik untuk bunda disana.
Udah dulu ya bun, bunda baik-baik disana. Jangan lagi risaukan putri kecilmu ini, karena saat ini dia sudah belajar untuk tumbuh menjadi seorang perawat yang baik.
Salam rindu dari kami untuk bunda
Wassalamialaikum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar