20 januari 2016, catatan ini aku buat diatas bus yang akan megantarkan aku meninggalkan Yogyakarta. Yah, kota yang dikenal dengan banyaknya keindahan didalamnya. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki di tanah Yogya dan pertama kalinya aku bepergian jauh seorang diri, sungguh.. Perjalanan kali ini aku mendapatkan banyak hal baru. Keluarga, kawan, sahabat dan pengalaman tentunya. Jika ada seseorang yang bertanya apakah aku ingin kembali ketempat ini, aku akan dengan sigap menjawab IYA. Aku ingin kembali menginjakkan kaki ditempat ini suatu saat nanti. Goresan Pena Sang Penulis, ya komunitas yang aku ikuti sejak beberapa bulan lalu. Seperi komunitas didunia maya kebanyakan, kami hanya sling tegur sapa melalui media sosial tanpa pernah bertemu satu sama lain. Dan beberapa hari yang lalu akhirnya kami bisa bertatap muka dan saling mengenal satu sama lain.Aku begitu mencintai komunitasku ini, kalin ingin tau kenapa ? yah karena diengah-tengah mereka aku meras dihargai, aku bisa menjadi diriku sendiri. Diriku yang bukan seorang pendiam, cerewet dan aku yang cengeng. Disaat hari terakhir pertemuan kami (karena kami harus berpisah diakibatkan kesibukan yang kami miliki) aku terdiam dan tanpa aku sadar airmataku benar-benar menetes, aku menangisi perpisahan dengan keluarga, kawan dan sahabat baruku. mereka yang hanya aku temui didunia maya dan aku jumpai selama beberapa hari terkahir ini. Dan akhirnya kepulanganku meninggalkan Kota gudeg ini diiringi oleh rinai hujan yang seakan mengantar kepergianku. Selamat Tinggal Yogya, tunggu aku untuk kembali menginjakkan kaki ditanahmu.
Rabu, 20 Januari 2016
Rabu, 06 Januari 2016
Segitiga Kanifa
“Ini udah kelima kalinya kejadian
ini terulang lagi.” Sungut Fyza
“Udahlah
Fy, ngapain mesti lo ambil pusing. Mau gimanapun komentar lo gak bakalan
bisa ngerubah apapun.”
“Lo
masih waras kan Nif?.”
“Iya
Fy gue baik-baik aja, lagian gue yang mutusin semua ini. Jadi apapun pilihan
dia gue udah gak punya hak untuk melarangnya.”
“Oke,
gue gak peduli tentang pendapat loe tentang lelaki itu, tapi gimana sama gadis
itu Nif ?? apa loe gak heran.”
“Ngapain
gue mesti heran sama sikap dia, toh dia juga manusia.”
“Ah,
gue gak ngerti deh jalan pikiran tuh cewek. Kenapa dia mesti macarin semua cowok
yang punya hubungan sama sahabatnya sendiri.”
“Fy,
udah. Ngapain loe mesti ngomongin dia. Bagaimanapun sikap dia, dia tetep
sahabat kita”.
Yah
mungkin itu komentar setiap mereka yang mengetahui kisahku tidak terkecuali
Fyza. Sebelumnya kenalin, nama gue Kanifa dan cewek yang sejak tadi ngomel gak
jelas didepan gue kalian bisa panggil dia Fyza. Oh iya ada satu lagi, seorang
cewek dengan wajah oriental, kulit putih, gigi berbehel dan tinggi yang
semampai, namanya Rere tapi dia gak ada ditengah-tengah kami sekarang. Ya
karena dia adalah sosok cewek yang kami bicarakan, kami memang saling mengenal
sejak pertama duduk di bangku kelas VII SMP. Dia memamng seorang cewek yang
lumayan popular dikalangan pria sejak kami duduk dibangku SMP, SMA dan hingga
kami duduk dibangku kuliah saat ini. Sangat jauh berbeda dengan ku, aku bukan
tipe cewek yang bisa langsung nyaman
dengan lingkungan baru apalagi dengan para cowok, aku tipe cewek pemalu. Kalian
pasti punya sosok sahabat yang sudah kalian anggap layaknya saudara bukan,
begitu juga antara aku, Fyza dan Rere. Karena ikatan persahabatan yang kami
miliki hingga saat ini, orang tua kami pun saling mengenal satu sama lain.
“Apa
yang bakal loe lakuin sama Rere?”.
“Maksud
loe apa Fy ? jangan bilang kalo loe nyuruh gue buat gertak Rere”.
“…”
“Ya
Tuhan Fy, kita bukan lagi anak sekolahan yang selalu menyelesaikan masalah
dengan berkata kasar apalagi berantem. Lagian kita udah kenal berahun-tahun
yang lalu, masalah seperti ini bukan alasan untuk memutus ikatan ini”
“Tapi
Nif, dia udah kelewat batas. Dia bahkan gak pernah mikirin perasaan loe.”
“Itu
Cuma pemikiran loe aja Fy, buktinya selama ini Rere selalu bisa dimintai bantuan kapanpun kita butuh bantuan
dia kan. Dan lagi, mereka keliatan serasi satu sama lain kan Fyza.”
“Ah,
tante Mirna ngidam apaan sih pas hamil loe. Kenapa loe bisa sesabar ini
ditikung sahabat sendiri.”
“Fy
dia gak nikung gue, bukannya udah gue bilang kalo gue mutusin Haikal karna kami
udah ngerasa gak cocok satu sama lain.”
“Loe
bo’ong Nif, loe gak pernah bisa bo’ong apalagi sama gue. Gue tau alasan loe
mutusin Haikal karna loe tau kan kalao Rere suka sama dia. Jadi loe lebih milih
buat mutusin dia”.
Deg,,,
gue terdiam mendengar ucapan Fyza. Bagaimana mungkin dia bisa tau, mungkin
terdengar seperti kisah-kisah percintaan yang sering kalian liat di televisi
tapi sungguh, gue gak pernah bisa marah dengan kisah cintaku. Setiap ada lelaki
yang menyukaiku, Rere selalu menjadi orang ketiga dalam hubungan kami. Hingga saat
ini, Haikal adalah lelaki kelima yang Rere pacarin.
“Bener
kan ucapan gue Nif ?.”
“Enggak
Fy, gak kayak gitu ceritanya. Gue ….
“Udah
deh, kalo loe gak mau ngasih pelajaran sama si Rere. Biar gue yang wakilin
loe.”
Fyza
hendak pergi mencari Rere, sebelum akhirnya gue berhasil mencengkram lengannya
dan menghalanginya untuk pergi
“Fy,
kan udah gue bilang kalo gak semua hal bisa selesai dengan cara kayak gitu’.
“Terus
mau sampek kapan loe diemin si Rere ngerebut Haikal-Haikal yang lain Nif ? Loe
bukan dewa ataupun Tuhan. Gue yakin loe sebenernya marah kan sama Rere. Gak
seharusnya loe terus-terusan nyakitin diri loe sendiri demi Rere ataupun gue.
Loe juga mesti mikirin perasaan loe sendiri Nif”
“Fy
udah, masalah ini sama dengan masalah yang kita hadapi ditahun-tahun kemaren.
Jadi jangan loe besar-besarin. Kalo Rere denger ucapan loe tadi dia pasti bakal
sedih.” Ujarku seraya merangkul Fyza, agar emosinya tidak semakin menjadi.
“Oke,
kalo buat kejadian yang kemaren kemaren gue bisa maklum, tapi ini udah kelima
kalinya Nif. Gue gak ngerti deh apa sih yang sebenernya ada di otak cewek itu.’
Ucap Fyza sedikit geram
“Gue
iri sama Kanifa.”
Terdengar
sebuah suara yana memang sudah tidak asing lagi, ya benar dugaan kalian. Itu
suara Rere. Dia tiba-tiba muncul dari pintu kamar kost ku.
“Apa
maksud loe ngomong gitu Re ?.” Fyza yang tadi mulai agak tenang kini mulai
tampak emosi kembali. Dia berdiri dan langsung mendorong tubuh Rere dan
berhasil membuat dia hampir saja terjungkal
“Fy,
apa-apaan sih loe. Bukan gini caranya nyelesain masalah”.
“Nif,
loe gak boleh terus-terusan diemin ini cewek. Makin lama dia makin ngelunjak,
dia udah berkali-kali nyakitin perasaan loe dan dia bahkan gak pernah merasa
bersalah ataupun minta maaf sama loe”. Ujar fyza dengan mata kemerahan menahan
entah tangis atau kemarahannya
“…”
“Bener
kata Fyza Nif. Loe harusnya marah sama gue. Udah banyak hal salah yang gue
lakuin sama loe”.
“Kenapa
loe ngelakuin hal konyol kayak gini Re, bukannya kita udah berteman sangat
lama. Atau mungkin loe,,,
“Fy
udah, ini urusan gue sama Rere”.
“Gue
benci sikap polos Kanifa, setiap kali gue kumpul sama anak-anak, selalu aja
Kanifa, Kanifa dan Kanifa yang jadi bahan pembicaraan. Apa yang salah dengan
gue, gue cantik, kaya dan jauh lebih popular dari loe Nif. Tapi kenapa mereka
justru lebih tertarik untuk membicarakan kepolosan dan sikap lugu loe itu. Apa
yang istimewa dari semua itu, kenapa juga Yanuar cowok yang paling popular di
sekolah dulu lebih milih loe daripada gue, Juan, Kemal dan juga Haikal. Apa
yang sebenarnya mereka liat dari loe, kenapa bukan gue yang udah jelas lebih
segalanya daripada loe”.
Rere
mulai menangis, terdengar suara sesenggukan disela kemarahannya tadi. Gue gak
nyangka kalo semuanya akan berkisah seperti ini. Bukankah jika salah satu
sahabat kita bahagia kita justru harus ikut berbahagia dengannya?. Bukankah
persahabatan itu suatu ikatan yang terjalin karena saling pengertian?. Bukankah
sahabat itu adalah orang yang seharusnya rela berbagi pundak dan mau menumpahan
semua keluh kesah pada sahabatnya ??. Apa mungkin itu hanyalah definisi sahabat
dan persahabatan versi gue ??
“Loe
gila Re, kenapa loe bisa ngelakuin hal ini?”. Bentak Fyza
“Re,
maafin gue. Gue udah bikin loe kayak gini. Sungguh gue gak pernah ada maksud
buat nyakitin loe”. Gue mendekati Rere dan
merangkul bahunya, kami menangis bersama
“Stop
Nif, gue benci sama sikap loe yang sok baik gini”. Rere berusaha melepas
pelukanku dan mendorongku kebelakang.
“Loe
gak usah berpura-pura seolah loe gak punya dendam ataupun amarah sama gue. Gue
muak”.
“Re,
jaga omongan loe. Loe bener-bener udah kelewat batas. Dia gak pernah sekalipun
marah sama loe. Dia justru selalu ngerasa gak enak hati sama loe dan Kanifa
selalu berusaha buat gak kecewain loe. Dia tau kalo loe sebenernya suka sama
Haikal, maka dari itu dia memilih buat putus sama Haikal dan membiarkan kalian
menjalin hubungan. Sekarang loe pikir siapa disini yang gak punya perasaan ??
ayo jawab”.
“Fy,
jangan ngomong gitu ,,,,
“Dan
loe, apa loe pernah mikirin perasaan Kanifa ? enggak kan. seharusnya loe ngaca
sama dia, gimana mungkin cowok-cowok itu bakal ngelirik loe kalo sikap loe jauh
lebih buruk daripada Kanifa. Jadi wajar aja kalo mereka lebih memilih untuk
menjalin hubungan sama cewek sebaik Kanifa dibanding sama loe”.
“Fy,,,
“Kesabaran
gue udah abis Nif, biar ni cewek tau diri dan mau ngaca. Loe gak seharusnya
membenci kebahagiaan sahabat loe sendiri. Kalo loe emang masih mau
terus-terusan nyimpen rasa iri dan benci loe sama Kanifa mending loe jangan
pernah lagi ganggu dia, jangan pernah panggil kita lagi dengan sebutan sahabat
sebelum loe hapus perasaan iri loe itu’.
Gue
tersentak kaget mendengar ucapan Fyza, dia memang satu-satunya yang paling
tegas dan dewasa diantara kami bertiga. Tapi gue gak pernah berpikiran kalo dia
bakal ngomong seperti iu sama Rere. Sedangkan Rere hanya tersenyum sinis kearah
Fyza dan langsung beranjak pergi.
“Re,
jangan pergi. Fyza gak serius kok ngomong gitu. Iya kan Fy ?”,
“Nif
udah jangan loe halangi kalo emang dia mau pergi, itu udah pilihan dia”.
“Tapi
Fy,,,
Rere
menghempaskan tanganku yag menggenggam pergelangan tangannya, dan akhirnya dia
pergi sampai tubuhnya hilang dari pandanganku. Gue rasa sejak saat itu hubungan
antara gue, Fyza dan Rere gak baik kayak dulu, dan sepertinya tidak akan pernah
membaik. Karena sikap egois dari Rere, menurut pendapat fyza. Meski aku
berulang kali mengiriminya pesan tetap gak ada balasan dari Rere.
Jika kalian melihat rere sampaikan
salamk padanya, bahwa aku –KANIFA-sangat merindukannya. Aku ingin sosok
sahabatku kembali seperti dulu J Selasa, 05 Januari 2016
RESOLUSI 2016 vs MENGEMUDI SEPEDA MOTOR
Happy New Year !!, euforia 2016 masih sedikit tersisa hingga saat ini. Setelah liburan yang sangat panjang kita sudah harus kembali menjalani aktifitas seperi semula. membicarakan mengenai tahun baru, kurang afdhol rasanya jika kita tidak membahas mengenai resolusi kita ditahun ini. Apa hal-hal yang ingin kalian capai ditahun ini ?? banyak ?? yah tentu saja, bermimpi dan berencana. itu sudah termasuk fitrah kita sebagai manusia. Kalian bertanya resolusiku ditahun ini ? tidak terlalu muluk sih sebenarnya. Sebelum aku terlalu jauh membahas mengenai resolusiku ditahun ini, aku ingin bertanya satu hal kepada kalian, bisakah kalian mengendarai sepeda motor ? ya sepeda motor, terserah sepeda jenis apapun yang bisa kalian kendarai. kalian pasti tau bukan, hal-hal yang harus kita patuhi setiap kali ingin mengendarai motor dijalanan. Yup,,, efek dari rasa PD ku yang besar dan suah merasa mahir mengendarai sepeda motor, resolusiku untuk tahun inipun tidak terlalu berlebihan. aku hanya ingin menjalani hidupku seperti seorang pengendara sepeda motor yang baik dijalanan.
Kalian bertanya kenapa aku mengambil pengemudi sepeda motor sebagai acuan ? karena seperti yang kalian ketahui. Ada banyak syarat dan ketentuan yang harus kita ikuti sebelum terjun kejalanan. Diantaranya :
- Tujuan, sudah pasti sebelum kita mengendarai sepeda motor kita sudah harus tau pasti tempat yang kan kita tuju. Begitu juga dalam menjalani kehidupan, kita sebagai manusia dan makhluk yang memiliki Tuhan sudah jelas sekali kita harus paham dan tau tujuan hidup yang ingin kita capai nantinya. karena jika kita hidup tanpa tujuan, WE'RE NOTHING
- Patuhi rambu lalu lintas, nah ini juga salah satu kewajiban yang harus kita lakkan sebagai seorang pengendara sepeda motor yang baik. ada banyak sekali rambu lalu lintas yang harus kita patuhi, salah satu dari banyak hal itu sendiri ialah traffic light. Bukan tanpa alasan lampu warna-warni itu berdiri ditepian jalan, bisa kita bayangkan bagaimana kacaunya jalanan ja tidak ada lampu-lampu itu. dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai pengguna jalan untuk mematuhinya, dan jika kita nekat untuk mnerobos lampu itu sudah jelas kita akan mendapat denda dari tindakan kita dan hal terburuknya ialah KECELAKAAN. Sebagai makhluk yang beragama, kita juga memiliki aturan yang harus kita patuhi, bukan tanpa alsan pula Tuhan kita membuat peraturan (Al-Qur'an bagi kita yang muslim, dan Al-Kitab untuk umat Kristiani). Dan seandainya saja kita langgar aturan yang tersurat dan tersirat tersebut sudah barang pasti akan ada konsekuensi yang harus kita terima. COZ THERE'S A PUNISHMENT AFTER THE VIOLATION.
- Melaju dijalur yang tepat, nah barangkali ini hal yang harus kita tekankan pada ibu-ibu yang jika sudah turun ke jalanan mereka akan menjadi ratu yang disegani oleh semua pengendara lain. Setuju bukan ? heheh. Jadi begini, saat kita dijalan, kita harus paham. mana jalan yang memang bisa dilaui oleh sepeda motor, jalan satu arah, ataupun jalur mana yang harus kita lalui. Karena sungguh menjengkelkan dan berbahaya jika kita melalui jalur yang bukan seharusnya. Manusia, makhluk yang ditetapkan sebagai makhluk yang paling sempurna meski terkadang kita belm mensyukuri nikmat itu. Ada berbagai macam jenis mansia yang bisa kita temui dimuka bumi ini, kita sebagai individu harus paham jalan mana yang harus kita tempuh, jlan mana yang Tuhan anjurkan untuk kita lalui, karena sungguh jalan pilihan Tuhan akan jauh lebih baik dibandingkan pilihan kita. THE BEST CREATOR IS OUR GOD
- Safety first, jangan pernah lupakan tag line ini jika kita hendak berkendara. Gunakan pelindung setiap kali hendak berkendara, salah satunya jangan lupa pakai helm yang sesua dengan standar SNI pastinya. Mengutip dari ucapan salah satu dosen favoritku dikampus " Kita hanya memiliki satu otak yang begitu hebat, jika tidak kita lindungi dan rusak kemana kita akan mencarinya duplikatnya", jadi bagaimana ? masih ragu memakai helm. Helm memiliki fungsi yang teramat besar bagi pengendara sepeda motor, sama halnya dengan kita wanita muslimah. Tuhan sudah menganjurkan kita untuk menggunakan hijab, bukan sekedar untk mode ata menikuti tren fashion yang sedang membui saat ini. Sungguh hijab memiliki fungsi yang jauh lebih hebat dari semua itu. Dia memiliki tugas untuk menjdi perisai bagi kita para muslimah, dari segala gangguan dan niatan buruk setiap individu yang tak pernah bisa kita tebak. Dan hijab itu sendiri akan berfungsi dengan baik jika sesuai dengan standar yang telah Tuhan jelaskan. AND WE KNOW THERE'S A REASON IN EVERY RULES
Tidak terlalu muluk bkan, resolusik ditahun ini. Dan aku berharap bisa melakkan semuanya perlahan, meski terkadang rasa malas dan berbagai godaan yang siap menggempur setiap saat. paling tidak kita sdah berusaha bukan ?. This is my resolution what about you ?
Langganan:
Komentar (Atom)