Untuk : Kakak Sulungku
Dari : Si Ragil
Gak terasa yah cak, sekarang sudah tanggal. 31 oktober. Tepat 34 tahun lalu Almh. Ibu memberikn kesempatan untuk sosok kakak laki-lakiku terlahir kedunia. Kakak yang bisa di bilang tegas dalam setiap perkataannya, kakak yang bisa dikatakan sedikit dingin (meski itu hanya menurut pendapat pribadiku mungkin ^_^) tapi masih sangat peduli dengan keluarganya, sosok kakak yang sangat menyukai KOPI, dan sosok kakak yang suka bekerja keras. Sudah 13 tahun aku menghabiskan waktu bersama cacak, tapi sepertinya aku masih belum bisa memberikan hadiah terindah disetiap pertambahan umurmu, aku hanya bisa memberikan untaian do’a yang tidak akan pernah ada habisnya, akupun tak pernah bisa membuat mu tersenyum bangga karena aku, dan bahkan aku tidak pernah bisa membuatkan secangkir kopi untuk cacak. Tapi tenang cak, mbak ita sudah mengajariku cara membuat kopi, ya meski rasanya tak seenak buatan mbak ita dan mbak fitri tapi yang jelas kopiku masih bisa cacak minum, gak seperti kopi yang dulu sempat aku buatkan -__-“ .
Teruntuk cacakku “MUHAMMAD ISHAQ” terima kasih untuk semuanya, untuk semua kasih sayang dan segalanya yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. Untuk semua kebahagiaan yang tak pernah bisa ku dapatkan jika aku seorang diri, dan pastinya terima kasih untuk menjadi sosok cacak yang begitu hebat untuk kami. Semoga dengan bertambahnya umur cacak, bertambah pula segala kasih sayang dan keridhoan_Nya untuk cacak, keluarga, dan keluarga kita. Amin ya Robb…. Sekali lagi “SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-34 CACAK”
Dari : Si Ragil
Gak terasa yah cak, sekarang sudah tanggal. 31 oktober. Tepat 34 tahun lalu Almh. Ibu memberikn kesempatan untuk sosok kakak laki-lakiku terlahir kedunia. Kakak yang bisa di bilang tegas dalam setiap perkataannya, kakak yang bisa dikatakan sedikit dingin (meski itu hanya menurut pendapat pribadiku mungkin ^_^) tapi masih sangat peduli dengan keluarganya, sosok kakak yang sangat menyukai KOPI, dan sosok kakak yang suka bekerja keras. Sudah 13 tahun aku menghabiskan waktu bersama cacak, tapi sepertinya aku masih belum bisa memberikan hadiah terindah disetiap pertambahan umurmu, aku hanya bisa memberikan untaian do’a yang tidak akan pernah ada habisnya, akupun tak pernah bisa membuat mu tersenyum bangga karena aku, dan bahkan aku tidak pernah bisa membuatkan secangkir kopi untuk cacak. Tapi tenang cak, mbak ita sudah mengajariku cara membuat kopi, ya meski rasanya tak seenak buatan mbak ita dan mbak fitri tapi yang jelas kopiku masih bisa cacak minum, gak seperti kopi yang dulu sempat aku buatkan -__-“ .
Teruntuk cacakku “MUHAMMAD ISHAQ” terima kasih untuk semuanya, untuk semua kasih sayang dan segalanya yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. Untuk semua kebahagiaan yang tak pernah bisa ku dapatkan jika aku seorang diri, dan pastinya terima kasih untuk menjadi sosok cacak yang begitu hebat untuk kami. Semoga dengan bertambahnya umur cacak, bertambah pula segala kasih sayang dan keridhoan_Nya untuk cacak, keluarga, dan keluarga kita. Amin ya Robb…. Sekali lagi “SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-34 CACAK”